Fish

24 Apr 2013

masalah pokok ekonomi


Masalah pokok dalam ekonomi Masalah pokok dalam ekonomi Document Transcript
·         MASALAH POKOK DALAM EKONOMI I. MASALAH POKOK EKONOMI KLASIK Masalah Pokok ekonomi Klasik adalah : 1. Masalah Produksi • Persoalannya apakah barang dan jasa yang diinginkan tersedia di tengah masyarakat. Persoalan ini merupakan ruang lingkup produksi. Dala m masyarakat terdapat beragam kebutuhan, namun bukan berarti setiap orang mempunyai kebutuhannya sendiri-sendiri. Situasi sosial budaya yang serupa memunculkan kebutuhan yang serupa. Misalnya, kebutuhan akan beras jelas merupakan kebutuhan sebagian besar penduduk Indonesia. Kemudian, kebutuhan pun dapat ditentukan oleh musim tertentu. Menjelang Idul Adha, misalnya, kebutuhan akan sapi dan kambing potong lebih membengkak. • Berdasarkan data dan kebutuhan yang nyata didapat, barulah produsen dapat beroleh kepastian akan barang atau jasa apakah yang akan dihasilkan. • Kepastian ini amat penting agar barang dan jasa apakah yang akan dihasilkan. • Kepastian ini amatlah penting agar barang atau jasa yang tersedia memang merupakan barang atau jasa yang diinginkan. 2. Masalah Distribusi • Persoalannya apakah barang dan jasa tersebut sampai ke masyarakat. Persoalan ini merupakan ruang lingkup distribusi. Dalam ruang lingkup ini, ditentukanlah langkah- langkah agar produk dapat tersalur ke orang yang tepat. Jangan sampai produksi yang telah terlaksana dengan baik menjadi percuma gara-gara barang dan jasa yang telah dihasilkan tetap terpendam pihak produsen. • Perlu dipikirkan sarana yang perlu sebagai penunjang tersalurnya barang dan jasa hasil produksi ke masyarakat. 3. Masalah Konsumsi • Persoalannya apakah barang dan jasa hasil produksi memang dipakai atau dihabiskan oleh masyarakat. Persoalan ini merupakan ruang lingkup konsumsi : • Ada dua kemungkinan yang menjadi kendala berlangsungnya proses konsumsi. : 1. Produk tertentu sampai ke masyarakat yang tidak tepat. Misalnya berapa pun banyaknya kompor gas akan terbuang percuma kalau dijual di wilayah yang tidak terdapat tabung gas.2. Kedua, produk tertentu tidak terjangkau oleh masyarakat. Misalnya, beberapapun banyaknya komputer akan sia-sia kalau dijual ke wilayah yang memiliki daya beli rendah. • Kemakmuran suatu masyarakat nampak dari terpenuhinya segala macam kebutuhan.
·         Keterpenuhan ini menjadi mungkin kalau barang dan jasa kebutuhan dapat sampaidandipakai (terjangkau) oleh masyarakat yang bersangkutan. Semakin banyak barang danjasa yang tersedia dan terpakai, semakin makmurlah masyarakat yang bersangkutan.II. MASALAH POKOK EKONOMI MODERN• Semakin tumbuh dan majemuknya kehidupan ekonomi masyarakatmengakibatkankehidupan ekonomi yang juga bertambah luas dan kompleks. Akibatnya pokokpersoalanekonomi terutama berorientasi pada bagaimana mendamaikan kebutuhan manusia yangtakterbatas dengan benda pemuas kebutuhan yang terbatas.• Oleh karena sasaran akhir tetap kemakmuran, masalah pokok ekonomi modernpun padadasarnya tetap berkisar pada lika- liku produksi, distribusi dan konsumsi.• Sekarang tinjauannya sudah semakin kompleks. Banyak hal tambahan yangperludipertimbangkan.Permasalahan produksi mencakup hal- hal :1. Apa dan berapa banyak barang dan jasa yang dihasilkan2. Bagaimana cara mempoduksinya3. Siapa pelaku produksi4. Untuk siapa barang dan jasa diproduksiIII. SISTEM EKONOMIMasalah pelaksanaan produksi, konsumsi, dan distribusi berbeda untuk tiap-tiapnegara.Berikut ini kita akan meninjau tiga macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia dewasaini.1. SISTEM EKONOMI KOMANDODalam sistem seperti ini, pengaturan dan pengendalian seluruh kegiatan ekonomidiselenggarakan oleh pemerintah dari pusat. Pemerintah menyusun perencanaanekonomi,mengendalikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat, serta mengatur penggunaan bendapemuas kebutuhan, produksi, dan pendistribusiannya. Karena semua faktor ekonomiditentukan oleh pemerintah dari pusat, maka sistem ini disebut sistem ekonomikomando,atau sistem ekonomi terpusat.CIRI SISTEM EKONOMI KOMANDOa.Produksi, distribusi, dan konsumsi seluruhnya diatur oleh pemerintah.b.Barang-barang modal atau alat produksi adalah pemerintahc.Milik perseorangan tidak ada kecuali barang-barang yang sudah dibagikand.Kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.2. SISTEM EKONOMI LIBERAL
·         Sistem ekonomi liberal tumbuh bersamaan dengan kapitalisme. Kapitalisme adalahsuatupaham yang mendasarkan dinamika gerak ekonomi, pada lalu lintas modal sehinggapersaingan bebas pun dihalalkan. Maka dari itulah, sistem ekonomi liberal menghendakikebebasan bagi setiap warga negara. Setiap individu mempunyai kebebasan dalamberusahadan memiliki benda, baik berupa modal maupun benda-benda konsumsi. Sistem ini tidakmenghendaki campur tangan pemerintah di bidang ekonomi. Semua badan usaha didalamsistem ekonomi liberal adalah milik swasta.CIRI SISTEM EKONOMI LIBERALa.Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksib.Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh masyarakatc.Pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan-kegiatan ekonomi.d.Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.e.Setiap orang diberi kebebasan dalam hal pemakaian barang dan jasa.f.Kegiatan produksi dilaksanakan dengan tujuan mencari laba, bahkan semua kegiatanekonomi didorong oleh prinsip laba.g.Terdapat persaingan bebas antara perusahaan satu sama lain.3. SISTEM EKONOMI CAMPURAN• Ekonomi campuran banyak diterapkan oleh negara-negara berkembang. Didalam sistemekonomi campuran (mixed economy system), sektor swasta dan pemerintah sama-samadiakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta terdapat semacam badan perencanaannegara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi, sesuai dengan sasarandantujuan.• Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi bebasdankomando terpusat. Pemecahan masalah ekonomi ditangani bersama-sama olehpemerintah swasta. Penerapan sistem ekonomi ini bervariasi di setiap negaraberkembang.4. SISTEM EKONOMI TRADISIONALDalam sistem ekonomi tradisional , bidang ekonomi ditangani oleh tiap keluarga secaraeksklusif.CIRI SISTEM EKONOMI TRADISIONALa.Rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi masih menjadi Satu.
·         b.Teknologi yang diterapkan masih sangat sederhanac.Belum mengenal pembagian kerjad.Hidup terutama dari sektor agrarise.Pola hubungan masyarakatnya cenderung statisDalam perekonomian sederhana pendapatan sama dengan konsumsi. Sehingga tidakadatabungan, investasi dan pembayaran pajak.Sumber dana investasi berasal dari tabungan masyarakat, tabungan pemerintah,pinjamanluar negeri dan penanaman modal asing (PMA)IV. SISTEM EKONOMI NASIONALA. SISTEM EKONOMI DAN FALSAFAH NEGARA•Sistem ekonomi nasional suatu negara disusun berdasarkan paham atau falsafahnegarayang bersangkutan.•negara-negara yang menganut faham liberal menyusun sistem perekonomiannya sesuaidengan faham liberal atau sistem ekonomi liberal (free enterprise system).•Di negara-negara sosialis dan komunis , sistem ekonomi nasional disusun sesuai denganfaham sosialis dan faham komunisme.•Negara- negara tersebut merancang sistem ekonomi sosialis dan komunis atau sistemekonomi terpimpin (guided economy system).B. SISTEM EKONOMI INDONESIADua hal pokok mengenai sistem ekonomi yang diterapkan Indonesia dewasa ini :a. Sistem Ekonomi kerakyatan• Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan sesuai dengan TAPMPR-RI NO. IV/MPR/1999 tentang GBHN Bab IVB.• Dikatakan bahwa kebijakan ekonomi nasional adalah mengembangkan sistemekonomikerakyatan.• Sistem ekonomi tersebut bertumpu pada mekanisme pasar berkeadilan denganprinsippersaingan sehat.• Sistem ekonomi kerakyatan memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai- nilaikeadilan,kepentingan sosial, kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan danberkelanjutan.• Tujuan sistem ekonomi kerakyatan adalah menjamin kesempatan yang samadalamberusaha dan bekerja, perlindungan hak-hak konsumen, serta perlakuan yang adil bagiseluruh masyarakat.CIRI SISTEM EKONOMI KERAKYATAN
·         • Persaingan pasar yang sehat dan adil• pemerintah berperan optimal dalam memperlancar mekanisme pasar.• perekonomian berorientasi global dan kompetitif sesuai kemajuan teknologib. Landasan Sistem Ekonomi Kerakyatan1. Pancasila sebagai Landasan Ideal2. UUD 45 merupakan Landasan konstitusional, terutama pasal 33 ayat, 1, 2 dan 3. Didalam pasal 33 termuat pernyataan sebagai berikut:Ayat 1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asaskekeluargaan.Ayat 2) Cabang-Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasaihajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.Ayat 3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai olehnegara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.3. Pasal 33 UUD 1945 tersebut memperlihatkan bahwa masalah dasar ekonomi (barangapa yang dihasilkan, bagaimana barang itu dihasilkan, dan untuk siapa barang itudihasilkan) penanganannya diserahkan kepada koperasi, swasta, dan pemerintah.
·         Masalah Pokok EkonomiMasalah Pokok EkonomiPokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.- Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan Pokok masalah ekonomi mencipta atau menambah kegunaan suatu benda. :- Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan - produksi atau mengurangi kegunaan suatu benda. - konsumsi- Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan - distribusi. barang dari produsen kepada konsumen.Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaituapa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.- Apa dan Berapa (What). Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?- Bagaimana (How) Pokok masalah ekonomi : Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, -Apa dan Berapa persoalan yang harus dipecahkan adalah: - Bagaimana bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa - Untuk Siapa yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang digunakan?- Untuk siapa. Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati? Untuk lebih memahami pokok persoalan ekonomi aliran klasik dan modern, coba lengkapi tabel berikut! Menghadapi masalah pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu?
·         Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.- Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya. Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini? Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.- Sistem Ekonomi Terpusat Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat. Dengan demikian, masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan.- Sistem Ekonomi Pasar Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
·         Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.- Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.